Dongeng Sebelum Tidur
ISTANA BUNGA
Di suatu desa hiduplah keluarga yang kaya raya rumahnya besar dan bagus bagaikan istana. Tetapi ayah dan dan ibunya sangat kejam, keduanya suka bersenang-senang dan menghina orang miskin. Mereka mempunyai putra dan putri yang baik hati. Sifatnya berbeda jauh dengan kedua orang tuanya. Putranya bernama Raden Bagas dan adiknya bernama Raden Ayu Sekar. Keduanya suka menolong orang yang memerlukan bantuan.
Suatu hari Raden Bagas marah pada ayah dan bundanya. Karena mereka sedang membentak-bentak dan mengusir pengemis.
“Ayah dan ibu jahat !”, Kata Bagas.
“Mengapa ayah dan ibu selalu menyusahkan orang miskin!”, Tambah Bagas.
Ayah dan ibunya sangat marah mendengar perkataan putranya itu.
“Jangan mengatur orang tua!”, Bentak sang ayah bagai seorang raja membentak rakyatnya yang bersalah.
“Aku akan menghukum kamu, pergilah dari rumah ini!”, Usir sang ayah.
Raden Bagas tidak terkejut. Justru sang adik yaitu Raden Ayu Sekar yang tersentak, lalu memohon kepada ayah bundanya.
“Jangan, jangan usir kakak ayah!”, Kata sang adik memohon. Jika kakak harus pergi saya pun akan pergi. Karena sang ayah sedang marah mereka membiarkan putrinya pergi mengikuti Raden Bagas.
Mereka mengembara dan menyamar dengan nama Bejo dan Inah. Mereka ingin mencari ilmu agar dapat menyadarkan kedua orang tuanya. Keduanya sampai di sebuah gubug yang berada dipinggir hutan. Mereka kemudian mencoba untuk mengetuk pintu. Gubug itu dihuni oleh seorang kakek tua. Kakek sakti ini ternyata pernah menjadi guru kakek dari Raden Bagas dan Raden Ayu Sekar. Mereka kemudian menyampaikan maksud kedatangannya.
“Kami kakak beradik yang ingin berguru kepada kakek, nama saya Bejo dan adik saya Inah”, Kata Bejo.
Kakek itu hanya tersenyum mendengar kebohongan mereka. Namun sang kakek tetap menerima mereka menjadi muridnya.
Dari hari ke hari Bejo dan Inah memperhatikan dan mengikuti pelajaran yang diajarkan oleh gurunya. Kakek sakti itu mengatakan bahwa anak tidak boleh berani kepada kedua orang tuanya, tidak boleh membentak-bentak, berkata kasar dan menyakitkan hati orang tua. Tetapi anak harus berbakti dan selalu menurut kepada orang tuanya. Itulah salah satu ilmu yang telah diajarkan oleh sang kakek. Suatu malam kakek memanggil Bejo dan Inah.
“Anakku, untuk sementara sudah cukup kalian belajar di sini”, Kata sang kakek.
Ilmu-ilmu lainnya akan kakek berikan setelah kalian melaksanakan satu amalan.
“Amalan apa kakek?”, Tanya Inah.
“Besok pagi-pagi sekali petiklah dua kuntum mawar di samping kanan gubug ini. Lalu berangkatlah ke desa sebelah barat desa ini. Berikan dua kuntum bunga mawar itu kepada Raden Bagas dan Raden Ayu Sekar. Karena mereka ingin menyadarkan orang tuanya yang kejam”.
Bejo dan Inah terkejut. Tetapi mereka menyembunyikan perasaannya karena takut penyamarannya diketahui.
“Kedua kuntum mawar itu akan berkhasiat jika disertai hati yang jujur”, Pesan sang kakek.
Ketika menjelang tidur Bejo dan Inah sangat gelisah. Mereka bingung apakah harus berterus terang tentang penyamaran mereka atau diam saja. Tetapi jika tidak berterus-terang berarti bohong atau tidak jujur. Akhirnya mereka memutuskan untuk bicara pada sang kakek. Pagi-pagi sekali mereka menghadap kakek.
“Kami mohon maaf kek, selama ini kami telah berbohong. Sebenarnya Raden Bagas dan Raden Ayu Sekar adalah kami sendiri”, Kata Bagas.
“Kakek sudah tahu anakku, sekarang cepatlah kalian pulang karena ayah bundamu telah menunggu di rumah”, Jawab kakek.
Setelah berpamitan Raden Bagas dan Raden Ayu Sekar berangkat. Mereka pulang membawa dua kuntum bunga mawar pemberian kakek sakti. Setibanya dirumah ternyata ayah bundanya sedang sakit. Mereka segera memeluk kedua orang tuanya yang sedang berbaring lemah. Raden Ayu Sekar segera meracik dua kuntum mawar dan diberikan kepada kedua orang tuanya. Ajaib! Seketika sembuhlah ayah dan ibunya. Sifatnya juga berubah. Raden Bagas dan Raden Ayu Sekar sangat bahagia.
Mereka kemudian mendatangi gurunya untuk mengucapkan terimakasih dan meminta bibit mawar ajaib itu kepada kakek. Lalu mereka tanam disekitar rumahnya yang megah. Orang-orang yang melewati rumah itu terkejut melihat bunga-bunga yang indah dan warna-warni. Sehingga mereka menyebutnya dengan sebutan “Istana Bunga”. Yaitu istana yang didalamnya penuh kelembutan hati dan kebahagiaan. Disana ada dua anak yang sholeh dan sholehah yang selalu menurut dan mendoakan kedua orang tuanya
Loading...
Moral ceritanya harus berbakti kepada orang tua?
yup benar bgt..
makasih mba
itikkecil - April 26, 2008 at 11:36 am
wah baru belajar ya
teruskan perjuanganmu dik di blog WP ini!
====windy3001
yup..ajarin donk kang.
achoey sang khilaf - April 28, 2008 at 9:46 am
Dongengnya bagus….
==========windy3001
makasih mas….mksh jg dah mampir.
edratna - April 28, 2008 at 11:17 pm