Windy3001’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Apr
30

Laa Ilaha Ilallahu Laa ilaha Illah 2x
Muhammadur Rasulullaah

Yaa Alllah Yaa Tuhan kami,
Runtunan nikmat Mu telah melengahkan kami untuk sanggup benar-benar bersyukur kepada Mu
Runtunan nikmat Mu telah melemahkan kami untuk bisa menghitung pujian atas Mu
Iringan karunia Mu telah menyibukkan kami untuk dapat menyebut kemuliaan Mu
Rangkaian pertolongan Mu telah melalaikan kami untuk mampu memperbanyak pujian pada Mu

Yaa Nur alan Nur; dengan cahaya Mu kami mendapat petunjuk
Dengan karunia Mu kami mendapat kecukupan
Dengan nikmat Mu kami masuki pagi dan petang
Dan inilah kami membawa dosa-dosa kami ke hadapan Mu

Yaa Allah kami mohon ampunan Mu, kami bertobat kepada Mu
Engkau limpahi kami dengan kenikmatan, tapi kami melawanMu dengan kemaksiatan
Kebaikan Mu turun setiap waktu, dan setiap waktu pula kejelekan kami naik kepada Mu Setiap waktu malaikat yang mulia mencatat amal kejelekan kami
Tapi itu semua tak menghalangi Mu untuk meliput kami dengan nikmat Mu dan memuliakan kami dengan anugerah Mu
Subhanaka, betapa penyayangnya Engkau, betapa pemurahnya Engkau
Engkau liput kami dengan kebahagiaan bersama ayah dan bunda kami,
Engkau karuniai kami dengan senyum tulus ikhlas dan belaian kasih ayah dan bunda kami
Wahai Engkau Yaa Allah penghembus suling kehidupan
Curahi kami dengan Rakhmat Mu
Bimbing kami untuk beramal untuk menaati Mu
Kami sadar selama ini kamilah orang yang durhaka kepada Mu
Yang ketagihan maksiat yang besar,
Yaa Allah ampuni kami, karena selama ini kamilah orang yang tak tahan dirayu dosa bahkan kami berlari mengejarnya seperti menyongsong kekasih hati kami,
Rabbanaa ampuni kami dan ayah bunda kami, sayangilah keduanya seperti mereka memelihara kami ketika kami kecil, seperti mereka merawat kami kala kami sakit dan sehat.
Balaslah kebaikan mereka dengan kebaikan dan kesalahan mereka dengan ampunan,
Rabbana jika Engkau ampuni betapa banyak orang berdosa sebelum kami telah Engkau ampuni
Limpahi kami anugerah rizkiMu
Ampuni kejahatan kami dengan kemuliaan wajah Mu

Yaa Allah betapapun wujud Mu, Kau tunggal semata,
Sementara kami makhlukMu penaka kembang di padang
Setiap butir air mata kami dan airmata bunda yang menetes ke haribaan sajadah, jadikalanlah sebagai dorongan motivasi kami, penghias tumbuhan di taman tantangan kami,

Wahai Zat yang memberikan cahaya, ilhamkan kami cahya kebaikan dan mengamalkan kebaikan
Wahai Kau yaa Allah bernilai tak tersifatkan, sedang kami tiada berharga
Berilah kami mata yang mudah menangis karena melihat penderitaan hamba-hamba Mu
Berilah kami hati yang mudah tersentuh melihat nestapa makhlukMu
Berilah kami tangan yang mudah menolong siapa saja hambaMu
Berilah kami hati yang menolak penyuapan, karena hati kami terpaut pada ayat-ayatMu
Bawalah kami kembali berkhidmat kepada Mu sebagai dulu
Perkuatlah hati kami yang sering terombang ambing ini
Yaa Allah kupohonkan kepada Mu ampunan Mu
Kupohonkan kepada Mu kabulkanlah doa kami penyejuk hati kedua orangtua kami
Read the rest of this entry »

Apr
29

Karena Satu Kata
“HATI”

Kemuliaan dan keutamaan manusia terhadap makhluk lain dikarenakan kesiapannya untuk ma’rifat (mengetahui) Allah. Di dunia adalah keindahan dan kesempurnaan yang ada pada manusia itu sendiri. Sedangkan di akhirat kelak berupa persiapan bekalnya. Setiap manusia harus siap ma’rifat Allah dengan hati bukan dengan keindahan dan kemolekan tubuhnya.
Disamping keharusan untuk siap ma’rifat Allah, manusia dijadikan makhluk yang mulia karena didalam hati manusia mempunyai keistimewaan..Yakni ilmu dan iradah yang tidak pernah dimiliki oleh binatang maupun makhluk lain. Keduanya hadir dan bersemayam dalam hati manusia setelah manusia baligh.

Sementara hati dapat diartikan lebih halus yaitu yang berkaitan dengan rabbaniyah (ketuhanan), ruhaniyah (kerohanian). Makna hati secara halus inilah yang sangat populer dengan istilah hakikat manusia.
Barang siapa yang tidak mengenal, tidak mencintai,dan tidak memeliharanya maka tidak dapat merasakan kekayaan hati yang di dalamnya terdapat keindahan alam malakut.
Subhanallah….Alangkah indahnya hidup kita jika dapat merasakan alam malakut. Tanpa kekerasan, kemaksiatan, kerakusan, cacian, hinaan bahkan tiada rasa iri dengki dan seabreg sifat jelek yang sampai sekarang terus menemani dan mendampingi rusaknya kehidupan manusia.
Allahu Akbar……karena penciptaan manusia di bumi yang fana ini sungguh suatu ujian dan cobaan dalam rangka ma’rifat Allah. Ada empat sifat yang kelak akan mempengaruhi bahkan menghancurkan sucinya hati manusia demi mencapai ma’rifatullah itu sendiri, yaitu:

  1. Saba’iyyah (kebuasan)
  2. Bahimmiyah (kebinatangan)
  3. Syaithaniyah (sifat setan)
  4. Rabbaniyah (ketuhanan)

Setiap detakan jantung empat sifat itu saling berperang bagai perang badar di zaman Rosulallah. Andai sifat Saba’iyyah, sifat Bahimmiyah dan sifat Syaithaniyah ini yang dominan maka manusia seperti ini lah yang akan selalu menuruti hawa nafsu dan mentaati setan. Ia akan senantiasa terbuai, terjerumus, terpedaya oleh setan sehingga pikirannya kotor. Namun jika sifat Rabbaniyah telah mendominasi, maka manusia tersebut cenderung untuk mencari ilmu, hikmah dan hakikat-hakikat suatu masalah dan sebagainya.
Hanya Karena Satu Kata “HATI” seorang insan manusia bisa menjadi mulia bahkan laksana makhluk Allah yang disebut Malaikat. Namun juga Karena Satu Kata “HATI” seorang insan
manusia akan dinistakan bahkan lebih nista daripada binatang…na’udzubilallahi min dzalik.


Apr
27

Saat ku terikat dalam sebuah keranjang indah yang menjanjikan kenikmatan surga terkadang aku berpikir dimana letak kenikmatan dunia itu berada. Disana aku terus dan terus mengabdikan hati, jiwa di pikiranku untuk mendapatkan satu kata ridho Allah
Terkapar…terhempas….terurai air mata ketika aku terlepas dari keranjang indah itu. Ku tatap terik mentari yang panas dan semakin panas tanpa sebuah pohon rindang pun yang bisa untuk berteduh. Gersang…tandus…bagai padang pasir yang tak berair.
Hampir sewindu aku melanglangkan tubuhku, terombang ambing dalam ketidak pastian, meronta bagai unta yang kelaparan dan kehausan. Mata terkatup seakan seisi bumi gelap gulita tak ada harapan. Kutelusuri tapak kuda yang kuyakini akan muncul jalan keluarnya…tapi sayang semua tertutup bayang-bayang.
Kusabungkan nyali tuk melangkah dan mencoba menari dan mencari kepastian hidup yang nyaman dihati. Gemetar..nafas terengah..detak jantung tak karuan setelah 2 tahun ku berada di negeri orang. Yah…kudapatkan kepastian dari sebuah jawaban. Kurengkuh kepuasan dari sebuah perjalanan panjang. Namun sayang semua itu masih semu.
bersambung…

Apr
26

ISTANA BUNGA

Di suatu desa hiduplah keluarga yang kaya raya rumahnya besar dan bagus bagaikan istana. Tetapi ayah dan dan ibunya sangat kejam, keduanya suka bersenang-senang dan menghina orang miskin. Mereka mempunyai putra dan putri yang baik hati. Sifatnya berbeda jauh dengan kedua orang tuanya. Putranya bernama Raden Bagas dan adiknya bernama Raden Ayu Sekar. Keduanya suka menolong orang yang memerlukan bantuan.
Suatu hari Raden Bagas marah pada ayah dan bundanya. Karena mereka sedang membentak-bentak dan mengusir pengemis.
“Ayah dan ibu jahat !”, Kata Bagas.
“Mengapa ayah dan ibu selalu menyusahkan orang miskin!”, Tambah Bagas.
Ayah dan ibunya sangat marah mendengar perkataan putranya itu.
“Jangan mengatur orang tua!”, Bentak sang ayah bagai seorang raja membentak rakyatnya yang bersalah.
“Aku akan menghukum kamu, pergilah dari rumah ini!”, Usir sang ayah.
Raden Bagas tidak terkejut. Justru sang adik yaitu Raden Ayu Sekar yang tersentak, lalu memohon kepada ayah bundanya.
“Jangan, jangan usir kakak ayah!”, Kata sang adik memohon. Jika kakak harus pergi saya pun akan pergi. Karena sang ayah sedang marah mereka membiarkan putrinya pergi mengikuti Raden Bagas.
Mereka mengembara dan menyamar dengan nama Bejo dan Inah. Mereka ingin mencari ilmu agar dapat menyadarkan kedua orang tuanya. Keduanya sampai di sebuah gubug yang berada dipinggir hutan. Mereka kemudian mencoba untuk mengetuk pintu. Gubug itu dihuni oleh seorang kakek tua. Kakek sakti ini ternyata pernah menjadi guru kakek dari Raden Bagas dan Raden Ayu Sekar. Mereka kemudian menyampaikan maksud kedatangannya.
“Kami kakak beradik yang ingin berguru kepada kakek, nama saya Bejo dan adik saya Inah”, Kata Bejo.
Kakek itu hanya tersenyum mendengar kebohongan mereka. Namun sang kakek tetap menerima mereka menjadi muridnya.
Dari hari ke hari Bejo dan Inah memperhatikan dan mengikuti pelajaran yang diajarkan oleh gurunya. Kakek sakti itu mengatakan bahwa anak tidak boleh berani kepada kedua orang tuanya, tidak boleh membentak-bentak, berkata kasar dan menyakitkan hati orang tua. Tetapi anak harus berbakti dan selalu menurut kepada orang tuanya. Itulah salah satu ilmu yang telah diajarkan oleh sang kakek. Suatu malam kakek memanggil Bejo dan Inah.
“Anakku, untuk sementara sudah cukup kalian belajar di sini”, Kata sang kakek.
Ilmu-ilmu lainnya akan kakek berikan setelah kalian melaksanakan satu amalan.
“Amalan apa kakek?”, Tanya Inah.
“Besok pagi-pagi sekali petiklah dua kuntum mawar di samping kanan gubug ini. Lalu berangkatlah ke desa sebelah barat desa ini. Berikan dua kuntum bunga mawar itu kepada Raden Bagas dan Raden Ayu Sekar. Karena mereka ingin menyadarkan orang tuanya yang kejam”.
Bejo dan Inah terkejut. Tetapi mereka menyembunyikan perasaannya karena takut penyamarannya diketahui.
“Kedua kuntum mawar itu akan berkhasiat jika disertai hati yang jujur”, Pesan sang kakek.
Ketika menjelang tidur Bejo dan Inah sangat gelisah. Mereka bingung apakah harus berterus terang tentang penyamaran mereka atau diam saja. Tetapi jika tidak berterus-terang berarti bohong atau tidak jujur. Akhirnya mereka memutuskan untuk bicara pada sang kakek. Pagi-pagi sekali mereka menghadap kakek.
“Kami mohon maaf kek, selama ini kami telah berbohong. Sebenarnya Raden Bagas dan Raden Ayu Sekar adalah kami sendiri”, Kata Bagas.
“Kakek sudah tahu anakku, sekarang cepatlah kalian pulang karena ayah bundamu telah menunggu di rumah”, Jawab kakek.
Setelah berpamitan Raden Bagas dan Raden Ayu Sekar berangkat. Mereka pulang membawa dua kuntum bunga mawar pemberian kakek sakti. Setibanya dirumah ternyata ayah bundanya sedang sakit. Mereka segera memeluk kedua orang tuanya yang sedang berbaring lemah. Raden Ayu Sekar segera meracik dua kuntum mawar dan diberikan kepada kedua orang tuanya. Ajaib! Seketika sembuhlah ayah dan ibunya. Sifatnya juga berubah. Raden Bagas dan Raden Ayu Sekar sangat bahagia.
Mereka kemudian mendatangi gurunya untuk mengucapkan terimakasih dan meminta bibit mawar ajaib itu kepada kakek. Lalu mereka tanam disekitar rumahnya yang megah. Orang-orang yang melewati rumah itu terkejut melihat bunga-bunga yang indah dan warna-warni. Sehingga mereka menyebutnya dengan sebutan “Istana Bunga”. Yaitu istana yang didalamnya penuh kelembutan hati dan kebahagiaan. Disana ada dua anak yang sholeh dan sholehah yang selalu menurut dan mendoakan kedua orang tuanya

Apr
23

pertama kali pake wordpress,

ternyata syik juga nih… :lol:

Apr
23

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!